Selasa, 19 Oktober 2010

Sejarah Musik Klasik Dunia

Musik klasik dimulai dengan penemuan notasi Gregorian tahun s90 oleh Paus Agung Gregory, berupa  not balok dengan empat garis, namun notasi belum ada hitungannya/ iramanya (hitungan berdasarkan perasaan penyanyi), sifat lagu masih sebagai lagu tunggal (monofoni). Paus Gregory semasa hidupnya telah mencatat lagu Gereja dengan notasi Gregorian tersebut Sebelum tahun s90 musik mengalami kegelapan tidak ada peninggalan terutlulis yang dapat dibaca.

  1. Musik Organum (1150-1400)
-      Organum = menyanyi dengan nada yang sama, nada atas dinyanyikan oleh wanita / anak-anak, sedangkan nada rendah dinyanyikan oleh laki-laki. Sehingga terjadi susunan lagu berjarak oktaf, suara tinggi (wanita / anak-anak) dan suara rendah (laki-laki)

     2.  Musik Diafoni (1400-1600)
              a.  Dia (Dua)          
              b. Foni (Suara)
Suara yang kuat lebih rendah mengikuti melodi, kuart tinggi maupun kuart rendah.

     3.  Musik Polifoni Era Baru (1600-1725)
Musik yang arahnya berlawanan (bermelodi banyak) sehingga nada atau  titik (punctus=point) bergerak secara mandiri atau berlawanan (counter), lalu lahirlah kontrapun (counter point = Kontra punt)
-      Perintis = Komponis Giovani Perluigi da Palestina (1515 – 1594)
-      Johan Sebastian bach (1685 – 1750) adalah salah satu empu musik polifoni dengan teknik kontrapun yang sangat tinggi. Karena disusun seperti matematika. Hampir semua komponis era baru (1600 – 1725) menyusun dengan teknik kontrapun, missal George Frederic Handle (Inggris), Jean Remeau (Perancis), Correlio (Italia), dll.
-      Papa Yakoh = lagu rakyat dengan gaya polifoni
-      Pada  awalnya orang menyusun dengan kontrapun terikat / Strict Counterpoint, namun kemudian mendapat kebebasan berdasarkan teori Kontrapun Bebas / Free Counterpoint

     4.  Musik Homofon Era Klasik (1750 – 1825)
Susunan akord yang berdasarkan tri – suara (triad), sehingga berkembang empat suara/lebih dan kontrapun menjadi variasi melodi yang kontrapuntis.

5.   Musik Klasik Era Romantika (1820 – 1910)
-    Hampir tidak ada perubahan dalam kontrapun dan harmoni secara fundamental. Namun ada kemajuan dalam orkestrasi lengkap (dengan penemuan alat musik)
-     Era romantika adalah yang terakhir dan masih dapat diterima dengan pendengaran masyarakat umum terutama pada musik opera, musik balet, dan walsa wina.

6.   Musik Klasik Modern (1910 – sekarang)
-   Musik modern dengan menggunakan musik Atonal dan Politonal telah jauh dari penggemar musik yang menyenangi musik konvensional, karena suara yang disonan dan irama yang tidak teratur membutuhkan konsentrasi dalam mendengar.

3 komentar:

ha mengatakan...

thx infonya!

bearlover mengatakan...

makasih infonya ya

taddy mengatakan...

music 4ever..:)

Poskan Komentar